Selasa, 27 Januari 2015

Perhatikan Kandungan Suplemen Dietmu



Memiliki badan bagus, langsing, dan menarik, menjadi impian bagi para wanita. Mereka seolah berlomba untuk menurunkan berat badan demi mencapai berat badan ideal. Tak main-main, para wanita ini bahkan rela melakukan diet ketat demi mencapai impian memiliki badan ideal. Mulai dari diet mayo hingga diet karbo.

Salah satunya Aprilia, mahasiswa sebuah universitas negeri ini melakukan diet dengan mengatur pola makan demi mengurangi berat badannya. Sejak beberapa bulan lalu, Aprilia mulai mengurangi porsi makannya dan tidak makan berat setelah jam 6 sore. 

“Pola makan aja sih yang dijaga, dikurangi juga jangan sampai berlebihan. Paling sama minum susu nutrisi,” ujarnya.

Tak hanya dengan mengatur pola makan, beberapa wanita bahkan tergiur dengan aneka pil pelangsing yang dijual bebas di pasaran. Mulai dari toko-toko pinggir jalan hingga online, pil pelangsing ini dijual bebas dengan harga yang cukup terjangkau. Para penjual saling klaim bahwa pil pelangsing yang mereka jual bisa menurunkan berat badan hingga 20kg dalam waktu satu bulan.

Rupanya, pil pelangsing ini memberikan efek bagi peminumnya. Hilang nafsu makan, sering buang air kecil, hingga haus terus menerus biasanya sering dirasakan saat seseorang mengkonsumsi pil pelangsing. 

Menurut Esti Nurwanti, nutritionist Kalbe, konsumen perlu mencermati unsur tambahan yang terkandung di dalam pil pelangsing. Biasanya, pil-pil ini ditambahkan dengan zat sibutramin yang mampu menekan nafsu makan ketika meminumnya. Untuk efek jangka panjang, rupanya zat ini dapat memicu sistem saraf simpatik sehingga meningkatkan denyut jantung yang membuat tekanan darah juga meningkat. 

“Selain itu juga perlu dicermati adanya efek seperti mulut kering, sakit kepala, gangguan pencernaan atau diare, keringat berlebih, sering kencing. Hal-hal ini merupakan tanda-tanda dehidrasi yang sangat berbahaya,” jelasnya.

Tidak hanya pil pelangsing saja yang perlu diwaspadai penggunaannya, produk minuman nutrisi yang juga mulai marak di masyarakat pun perlu diperhatikan.  Esti mengatakan jika hanya mengkonsumsi susu atau produk tertentu, maka badan akan kekurangan zat gizi penting lainnya. 

Produk yang diklaim memiliki kandungan tinggi serat juga perlu dicermati karena bisa mengakibatkan badan mengalami defisiensi gizi bila dikonsumsi jangka panjang. Kekurangan gizi seperti vitamin dan mineral dapat menyebabkan metabolisme tubuh tidak berjalan optimal.

“Jika metabolisme tubuh tidak berjalan optimal, maka kemampuan tubuh untuk membakar lemak juga kurang sehingga berat badan cenderung akan bertambah,” tutur ahli gizi yang juga dosen di Perguruan Alma Ata Yogyakarta ini.

Karena itu, penggunaan suplemen seperti ini perlu diimbangi dengan pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. Tujuannya agar badan tetap mendapatkan gizi serta mencegah sindrom yoyo atau berat badan naik dan turun secara mendadak. 

Gampang kan untuk diet sehat. Jadi, masih mau diet sembarangan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar