Memiliki badan bagus, langsing,
dan menarik, menjadi impian bagi para wanita. Mereka seolah berlomba untuk menurunkan
berat badan demi mencapai berat badan ideal. Tak main-main, para wanita ini
bahkan rela melakukan diet ketat demi mencapai impian memiliki badan ideal. Mulai
dari diet mayo hingga diet karbo.
Salah satunya Aprilia, mahasiswa
sebuah universitas negeri ini melakukan diet dengan mengatur pola makan demi
mengurangi berat badannya. Sejak beberapa bulan lalu, Aprilia mulai mengurangi
porsi makannya dan tidak makan berat setelah jam 6 sore.
“Pola makan aja sih yang dijaga,
dikurangi juga jangan sampai berlebihan. Paling sama minum susu nutrisi,” ujarnya.
Tak hanya dengan mengatur pola
makan, beberapa wanita bahkan tergiur dengan aneka pil pelangsing yang dijual
bebas di pasaran. Mulai dari toko-toko pinggir jalan hingga online, pil
pelangsing ini dijual bebas dengan harga yang cukup terjangkau. Para penjual
saling klaim bahwa pil pelangsing yang mereka jual bisa menurunkan berat badan
hingga 20kg dalam waktu satu bulan.
Rupanya, pil pelangsing ini
memberikan efek bagi peminumnya. Hilang nafsu makan, sering buang air kecil,
hingga haus terus menerus biasanya sering dirasakan saat seseorang mengkonsumsi
pil pelangsing.
Menurut Esti Nurwanti, nutritionist
Kalbe, konsumen perlu mencermati unsur tambahan yang terkandung di dalam pil
pelangsing. Biasanya, pil-pil ini ditambahkan dengan zat sibutramin yang mampu menekan
nafsu makan ketika meminumnya. Untuk efek jangka panjang, rupanya zat ini dapat
memicu sistem saraf simpatik sehingga meningkatkan denyut jantung yang membuat
tekanan darah juga meningkat.
“Selain itu juga perlu dicermati
adanya efek seperti mulut kering, sakit kepala, gangguan pencernaan atau diare,
keringat berlebih, sering kencing. Hal-hal ini merupakan tanda-tanda dehidrasi
yang sangat berbahaya,” jelasnya.
Tidak hanya pil pelangsing saja
yang perlu diwaspadai penggunaannya, produk minuman nutrisi yang juga mulai
marak di masyarakat pun perlu diperhatikan.
Esti mengatakan jika hanya mengkonsumsi susu atau produk tertentu, maka
badan akan kekurangan zat gizi penting lainnya.
Produk yang diklaim memiliki
kandungan tinggi serat juga perlu dicermati karena bisa mengakibatkan badan mengalami
defisiensi gizi bila dikonsumsi jangka panjang. Kekurangan gizi seperti vitamin
dan mineral dapat menyebabkan metabolisme tubuh tidak berjalan optimal.
“Jika metabolisme tubuh tidak
berjalan optimal, maka kemampuan tubuh untuk membakar lemak juga kurang
sehingga berat badan cenderung akan bertambah,” tutur ahli gizi yang juga dosen
di Perguruan Alma Ata Yogyakarta ini.
Karena itu, penggunaan suplemen
seperti ini perlu diimbangi dengan pengaturan pola makan yang baik dan
aktivitas fisik yang cukup. Tujuannya agar badan tetap mendapatkan gizi serta
mencegah sindrom yoyo atau berat badan naik dan turun secara mendadak.
Gampang kan untuk diet sehat.
Jadi, masih mau diet sembarangan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar